5 Tempat di Dunia yang Hanya Dihuni Kaum Wanita, Ada dari Indonesia
Sudah banyak yang tahu bahwa populasi wanita di dunia saat ini lebih banyak dibandingkan pria. Namun apakah Anda tahu ada tempat di dunia yang penduduknya dikuasai kaum perempuan? Penasaran tempat mana saja yang dimaksud? Dilansir dari womantalk, berikut ulasannya.
1. Noiva do Cordeiro (Brazil)
Kota ini populer dengan sebutan kota tanpa pria. Di kota ini, hidup 600 komunitas yang sangat kuat, dimana pria sangat langka ditemui. Kebanyakan pria bekerja jauh di kota, sementara perempuan tinggal dan mengurus kota yang terletak di tenggara Brazil ini. Perempuan yang tinggal di Noiva do Cordeiro berusia antara 20-35 tahun. Menurut mereka yang tinggal di sana ada banyak hal yang lebih baik dilakukan perempuan daripada pria. Kota jadi lebih cantik, terorganisasi, dan jauh lebih harmonis daripada jika pria terlibat.
2. Sakaka (Arab Saudi)
Kota ini mirip dengan kota Noiva do Cordeiro, Brazil yang hanya ditinggali perempuan. Di sana punya aturan yang sangat tegas pada perempuan dan laki-laki yang belum menikah. Mereka diharuskan menjaga aturan agama. Bahkan perempuan dilarang berpakaian modis, berperilaku tomboi, menggunakan kamera, ponsel, dan internet. Setiap perempuan yang melanggar akan mendapat sanksi berat bahkan sampai diusir keluar kota.
3. Meghalaya (India)
Di negara bagian Meghalaya, India terdapat sebuah desa yang ditinggali suku Khasi. Di sini derajat wanita sangat tinggi. Pria diberbolehkan tinggal, namun mendapat perlakuan yang sangat berbeda. Jika ada kelahiran perempuan akan ada perayaan khusus sedangkan jika bayinya laki-laki maka tidak ada perayaan apapun. Sebuah keluarga bahkan diharuskan mengadopsi anak perempuan jika mereka tak punya anak perempuan. Para pria di kota ini tidak diperbolehkan mewarisi harta kekayaan juga dalam hal kekuasaan. Justru sebaliknya, perempuan lah yang berhak atas harta, nama marga, serta kekuasaan.
4. Desa Wadon (Indonesia)
Desa Wadon ditempati oleh mayoritas penduduk perempuan. Sangat jarang ditemukan laki-laki di sana, apalagi laki-laki dewasa. Tidak ada satu lelaki pun di Desa Wadon, namun tidak berarti mereka tidak memiliki suami. Kaum perempuan ini tetap menikah, namun mereka tidak boleh membawa suaminya untuk tinggal di Desa Wadon. Orang-orang Wadon sangat percaya pada tradisi yang mengatakan kalau kaum pria tidak diizinkan tinggal di desa Wadon.
Masyarakat di sini juga meyakini mitos bahwa perempuan yang menikah dan membawa pasangannya hidup di Desa Wadon akan mengalami kesengsaraan. Sehingga perempuan desa Wadon harus hidup terpisah dengan suaminya. Biasanya suami istri itu memiliki rumah lain lagi di desa lain, di luar desa Wadon.
5. Danau Lugu (China)
Kawasan Danau Lugu di barat daya Cina didiami suku Mosuo yang terkenal dengan kekuasaan perempuan. Di sana perempuanlah yang bekerja mencari nafkah, sedangkan pria menjalankan tugas seperti ibu rumah tangga. Suku ini juga punya tradisi ‘Walking Marriage’, yakni ikatan tanpa status, tanpa pernikahan. Ini terjadi karena dulu wanita sakit hati ditinggal suaminya yang melakukan perjalanan jauh.






Komentar
Posting Komentar